Login Member
Al-Quran Online

Jadwal Sholat
Chating
Latest Message: 1 Tahun, 3 months ago
  • afkaraljabba : Asslmlkm, boleh dong ditmbah satu hlman untuk Bank Soal, supaya bisa dijadikan bahan untuk latihan/PR dirumah Smile
  • its_psg : ada yg ol gk? Rolling Eyes
  • Galvin : Very Happy Very Happy
  • agus sangojo : Laughing
  • agus sangojo : Apa kabar sahabat
  • chalita : Alhamudlillah dah daftar member we rj. salm kenal teman - teman Smile
  • agus sangojo : apa kabar
  • adminsditrj : lama ga ol
  • agus sangojo : ayo online Smile
  • Alif6B : AdaOrang??? Very Happy
  • Afif Venture : sepi euy Rolling Eyes
  • elvirasusant : Maaf mo curhat..itu d kls 2g yg baru lbh byk cow drpd cewek...
  • elvirasusant : Crying or Very Sad
  • elvirasusant : Crying or Very Sad
  • widad_faqih : hai Very Happy
  • Datan.RJ.007 : dioo Wink
  • Datan.RJ.007 : hay
  • Datan.RJ.007 : hellowww
  • Datan.RJ.007 : hellowww Geek
  • Eros : asaiamualaikum boss Geek Geek Very Happy

Guests are shown between [].

Only registered users are allowed to post

Rekomendasikan
Silahkan merekomendasikan website ini kepada teman anda dengan cara mengirimkan informasi melalui form ini.

Bogor (Dikdas): Lelaki berpakaian hitam-hitam itu berdiri dengan mata melotot. Kakinya yang terbungkus sepatu kulit hitam mengetuk-ngetuk lantai panggung. Mengganggu kesunyian yang tercipta. Suaranya melengking, kadang terdengar kasar dan berat. Rambutnya yang hitam-panjang terurai begitu saja, menambah angker parasnya.

Namun tak satupun peserta Lokakarya Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS) takut melihatnya. Sebaliknya, mereka tertegun bercampur kagum. Sebagian dari mereka beranjak dari kursi, mengeluarkan telepon genggamnya, mengarahkannya ke lelaki berpakaian hitam-hitam itu, lalu  merekamnya dengan kamera.

Lelaki itu Iman Soleh namanya. Ia aktor dan pemain teater. Ia sedang membaca puisi berjudul Air Burung dan Nenek Moyang gubahannya sendiri.

“Membaca puisi adalah sebuah cara berkomunikasi,” kata Iman Soleh, Rabu 19 September 2012. Puisi adalah kendaraan imajinasi bagi penyair, tambahnya. Gerakan seluruh anggota tubuh pada dasarnya merupakan bentuk komunikasi kepada penonton. Namun, pemain bukan hanya pembaca cerita. “Ia bermain-main, dimainkan, dan dipermainkan. Jadi banyak aspek dalam membaca puisi,” ucapnya.

Di sesi itu, Iman Soleh menjelaskan bagaimana menyampaikan materi sastra kepada siswa dengan cara yang menyenangkan. Ia membuat simulasi yang melibatkan seluruh peserta, berfokus pada pelatihan tentang olah tubuh, olah vokal, dan penghayatan.

Peserta diminta ke depan, berkelompok, dan melakukan gerakan yang menghubungkan antara gerakan dan ingatan. Ada saja yang salah gerak ketika aba-aba dilontarkan ke mereka.

Kemudian peserta secara berkelompok diminta kompak membuat suara binatang. Masing-masing kelompok berbeda suaranya. Ketika Iman Soleh mengarahkan tangannya ke satu kelompok dan kelompok itu mengeluarkan suara, lalu tangannya berpindah-pindah ke kelompok lain, suasana ruangan seketika diisi alunan orkestra suara binatang. Kadang membuat geli dan meletuskan tawa peserta.

Iman Soleh berkata guru punya banyak cara agar siswa menyenangi sastra. Libatkan suara dan gerak tubuh mereka. Agar siswa senang puisi, ia menyarankan guru mencarikan puisi yang disenangi anak. “Lalu bacakan seperti anak itu membaca,” ucapnya.

Ia pun menganjurkan sebelum belajar bahasa dan sastra di kelas, satu siswa diminta membaca puisi. Jika pelajaran bahasa satu kali seminggu, maka dalam sebulan empat puisi dibaca, dalam setahun 48 puisi dibaca. “Setelah selesai beri tepuk tangan,” ucapnya.

Untuk melatih anak-anak mengingat gerakan, lanjutnya, minta anak menyumbangkan satu gerakan saja. Antara gerakan dan ingatan berhubungan. “Anak-anak lebih suka gerakan seperti binatang. Hanya perlu ditekankan detailnya,” katanya. “Tujuannya agar tubuh mereka lentur. Ajak anak-anak bermain.”

Sebelum menutup diskusi, Iman Soleh kembali membacakan puisi berjudul Jante Arkidam karya sastrawan Ajip Rosidi. Seluruh peserta diperkenankan duduk mengelilinginya, menikmati penampilan lelaki berpakaian hitam-hitam dengan mata melotot, bersepatu kulit hitam yang mengetuk-ngetuk lantai panggung, yang suaranya melengking, kasar, dan berat, yang rambutnya hitam-panjang terurai begitu saja menambah angker parasnya.* (Billy Antoro)
(Sumber: http://dikdas.kemdikbud.go.id/)

 

Add comment


Security code
Refresh

Pencarian
Waktu Saat Ini
Komentar
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday109
mod_vvisit_counterYesterday184
mod_vvisit_counterThis Week109
mod_vvisit_counterLast Week1186
mod_vvisit_counterThis Month5485
mod_vvisit_counterLast Month9044
mod_vvisit_counterAll days1181424

We have: 46 guests online
Your IP: 54.226.41.91
 , 
Today: Jan 21, 2018